Tuesday 30th of June 2026

Fakta Kematian Dokter Icha Pakaenoni yang Mengakhiri Hidupnya Sendiri Diduga Karena Depresi Akibat Intimidasi Oknum DPRD TTU

Fakta Kematian Dokter Icha Pakaenoni yang Mengakhiri Hidupnya Sendiri Diduga Karena Depresi Akibat Intimidasi Oknum DPRD TTU

--

ROOT PARAPLOU - Tengah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat! Berikut ini akan kami sampaikan informasi mengenai fakta kematian dr Icha viral yang wajib kamu tahu. Simak informasi selengkapnya yang sudah kami rangkum di sini!

Berita duka hadir di masyarakat! Baru-baru ini seorang dokter di Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr. Icha (27), ditemukan meninggal dunia di kediamannya.

Diketahui bahwa dokter yang akrab disapa Dokter Icha ini tengah mengalami depresi berat usai intimidasi oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) saat menjalankan tugas di IGD.

Baca juga: Viral! Awkarin Kembalikan Uang Saku Dari Hanania Travel Setelah Diperiksa Polisi, Begini Faktanya

Baca juga: Awkarin Diperiksa Polisi Terkait Kasus Dugaan Penipuan Hanania Travel Setelah Sempat Absen Beberapa Kali

Baca juga: Viral! Sarwendah Polisikan Akun Medsos Penyebar Fitnah, Begini Tanggapan Ruben Onsu yang Bikin Warganet Kaget

Kronologi Kematian Dokter Icha Pakaenoni

Kejadian yang diduga menjadi pemicu guncangan jiwa dr. Icha terjadi pada 13 Juni 2026 di IGD RS Leona Kefamenanu. Sebelumnya pada penanganan Pasien Rujukan: Pada pukul 12.50 Wita, dr. Icha menerima pasien anak korban gigitan ular hijau yang dirujuk dari RSUD Kefamenanu.

Pihak keluarga menyatakan bahwa dr. Icha mengalami guncangan hebat. "Dari hasil pemeriksaan kesehatan jiwa, almarhum ini mengalami guncangan hebat hingga melakukan percobaan bunuh diri," ujar paman sekaligus juru bicara keluarga, Fabianus Banase.

Pihak keluarga dr. Icha mengungkap fakta baru terkait perilaku oknum anggota DPRD saat mendatangi rumah sakit. Berdasarkan penelusuran keluarga terhadap 23 orang saksi, oknum anggota dewan diduga berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian.

Pihak keluarga yang diwakili oleh Fabianus Banase menyatakan, "Setelah kami telusuri, sekitar 23 orang saksi itu (sebut) ada bau miras alkohol saat mereka (anggota DPRD) masuk ke ruang IGD. 23 orang itu siap untuk menjadi saksi ketika kami lanjutkan ke laporan pidana".

Source:

Update Terbaru

RELATED POST