DPR Setujui 4 Jurus Skema Efisiensi Program MBG, Badan Gizi Diminta Tajamkan Data Penerima
--
Efisiensi Program MBG oleh BGN
- Evaluasi Penerima Manfaat: Melakukan penajaman target sasaran (refocusing) agar pangan didistribusikan lebih selektif kepada kelompok yang paling membutuhkan intervensi gizi. Siswa SMA dari kalangan keluarga mampu berpotensi dikeluarkan dari daftar penerima.
- Penyesuaian Intensitas Layanan: Mengatur ulang frekuensi distribusi makanan di daerah tertentu dengan menyesuaikan indikator prioritas kesehatan dari Kementerian Kesehatan.
- Evaluasi Insentif SPPG: Melakukan audit finansial dan peninjauan ulang terhadap alokasi dana insentif bagi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.
- Pengelompokan SPPG Berbasis Kinerja: Mengklasifikasikan operasional dapur umum/SPPG berdasarkan kapasitas riil produksi dan rekam jejak kinerjanya guna memotong pemborosan logistik.
Baca juga: Terkuak! Identitas Mayat Perempuan di Bandara Juanda, Ternyata adalah ASN Pemkab Bangkalan
Melalui skema baru ini, siswa dari kalangan keluarga mampu kemungkinan besar akan dikeluarkan dari daftar penerima guna menekan pemborosan anggaran. Selain itu, pemerintah juga akan menyesuaikan intensitas layanan distribusi makanan di daerah tertentu dengan mengacu pada indikator prioritas kesehatan nasional dari Kementerian Kesehatan.
Melalui sinergi regulasi antara legislatif dan eksekutif ini, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat bertransformasi menjadi program bantuan sosial yang tidak hanya berdampak besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga sehat dan efisien secara manajerial finansial negara.