Respons Istana Terkait Kasus SPPI: Investigasi Medis Kasus Latsarmil Kemhan Tetap Berjalan
--
ROOT PARAPLOU - Jumlah peserta Latsarmil SPPI Kemhan untuk program koperasi Merah Putih yang meninggal dunia kini bertambah menjadi lima orang. Menyikapi insiden tragis ini, pemerintah berjanji akan merombak regulasi pelatihan jika ditemukan adanya kesalahan prosedur sekecil apa pun di lapangan.
Gelombang duka menyelimuti program nasional besutan Kementerian Pertahanan setelah lima peserta pelatihan kader koperasi dikonfirmasi meninggal dunia saat latsarmil. Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Sekretariat Negara kini bergerak cepat melakukan investigasi mendalam guna mengevaluasi standar operasional prosedur kesehatan di lapangan.
Baca juga: Kasus Valas Ilegal Rp6,3 Miliar di Soetta: Ini Nasib WN Thailand yang Terancam Denda Rp600 Juta
Baca juga: Penemuan Jenazah Wanita Bersimbah Darah di Putat Jaya Surabaya, Wanita 51 Tahun Tewas di Kamar Kos
Berikut adalah data identitas, lokasi pelatihan, serta penyebab medis meninggalnya para peserta:
- Yonanda Muhammad Taufiq: Mengikuti pelatihan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja. Ia mengalami penurunan kondisi fisik dan dinyatakan meninggal akibat henti jantung (cardiac arrest).
- Anisa Muyassaroh: Mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Sempat mendapatkan perawatan intensif namun meninggal dunia akibat serangan panas ekstrem (heat stroke).
- Novia Rahmadhani Sihotang (25): Mengikuti latsarmil di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Kondisi fisiknya drop di lapangan dan dinyatakan meninggal akibat riwayat penyakit tuberkulosis (TBC).
- Muhammad Rifki Renaldi Gunawan: Mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465. Korban dilaporkan mengalami sesak napas akut saat latihan, sempat membaik lalu drop kembali sebelum akhirnya wafat di RSAU dr. Esnawan Antariksa.
- Nola Dya Sari: Peserta kelima yang baru saja dikonfirmasi gugur oleh Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan, dalam konferensi pers resmi.