Saturday 13th of June 2026

Diduga Lakukan KDRT, Aktor Sinetron Evan Marvino Jadi Sorotan Publik hingga Istri Evan Marvino Mengaku Ditalak Satu

Diduga Lakukan KDRT, Aktor Sinetron Evan Marvino Jadi Sorotan Publik hingga Istri Evan Marvino Mengaku Ditalak Satu

--

Kronologi Kejadian & Pemicu

Berikut kronologi kejadiannya secara runtut:

 

  • Dipicu Tagihan Uang Nafkah: Konflik fisik memuncak saat Tami menagih uang nafkah bulanan untuk kebutuhan pribadi yang sudah lama tidak ia dapatkan secara terpisah selama lima tahun pernikahan.
  • Dianiaya Secara Fisik: Menurut pengakuan Tami, Evan Marvino mengamuk hebat hingga mendorong, menyeret, memukul menggunakan kursi, serta melempar kipas angin ke arah kepala istrinya. 
  • Disaksikan oleh Anak: Kejadian traumatis tersebut dilaporkan terjadi langsung di depan mata anak semata wayang mereka, Hawa.
  • Perselingkuhan & Alkohol: Tami juga membongkar isu perselingkuhan, mengklaim bahwa suaminya sempat menjemput wanita lain untuk diajak meminum alkohol, serta menjatuhkan talak satu setelah perdebatan tersebut.

Baca juga: Jennifer Coppen dan Justin Hubner Menikah Besok di Bali! Ini Rangkaian Pernikahan Sakral Justin Hubner dan Jennifer Coppen

Baca juga: Viral PT Global Loyalty Indonesia Bantah Giorgio Antonio CEO, Ini Pekerjaan Asli Kekasih Baru Sarwendah

Baca juga: Link Video Viral Thalia Live TikTok Diduga Sindir Betrand Peto Buat Ruben Onsu Geram, Gini Kejadian Aslinya!

Merespons kegaduhan yang telanjur viral di ruang publik, Evan Marvino akhirnya buka suara melalui unggahan di Instagram Story miliknya. Sang aktor menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat atas keributan rumah tangga yang menjadi konsumsi publik.

Evan menjelaskan bahwa dirinya sudah mengambil langkah persuasif dengan menjalin komunikasi langsung bersama pihak keluarga besar Tami guna membicarakan jalan keluar terbaik atas persoalan tersebut. Ia juga memohon kepada para netizen untuk menghentikan hujatan negatif serta tidak menyeret nama istri dan anaknya ke dalam perundungan daring.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun di dalam rumah tangga tidak dapat dibenarkan oleh hukum maupun norma sosial. Perlindungan terhadap korban KDRT serta dampak psikologis anak yang menyaksikannya harus menjadi prioritas utama penanganan konflik keluarga.

 

Source:

Update Terbaru

RELATED POST