Profil Martias Fangiono: Sosok Perintis Kerajaan Bisnis Surya Dumai dan Senior di Balik Gurita Bisnis Sawit
--
ROOT PARAPLOU - Nama Martias Fangiono kembali menjadi sorotan dalam peta industri agroindustri nasional seiring dengan ekspansi besar-besaran keluarganya di sektor perkebunan tebu dan kelapa sawit. Sebagai pendiri dinasti bisnis keluarga Fangiono, rekam jejaknya kini dieratkan dengan keterlibatan generasi penerus dalam berbagai megaproyek strategis di Indonesia.
Sebagai salah satu pengusaha senior keturunan Tionghoa, kiprah Martias di dunia bisnis nasional telah dirintis sejak era Orde Baru. Ia dikenal luas sebagai arsitek utama di balik berdirinya dinasti bisnis Keluarga Fangiono (Fangiono Family), sebuah konglomerasi yang kini mengendalikan gurita bisnis perkebunan kelapa sawit raksasa hingga ke pasar regional Asia Tenggara.
Baca juga: Siapa Pemilik PT Indo Asiana Lestari? Perusahaan Sawit di Balik Gerakan All Eyes on Papua
Awal kesuksesan bisnis Martias berakar pada sektor perkayuan (timber) melalui bendera Surya Dumai Group yang didirikannya pada dekade 1980-an. Perusahaan tersebut awalnya berfokus pada hilirisasi produk kayu, sebelum akhirnya melakukan pivot bisnis secara masif ke sektor perkebunan kelapa sawit seiring bergeser beralihnya tren komoditas global.
Selain First Resources, jaringan bisnis keluarga ini juga mencakup PT FAP Agri Tbk (FAPA), sebuah emiten sawit domestik yang sahamnya terafiliasi dengan putri Martias, Wirastuty Fangiono. Melalui struktur kepemilikan berlapis dan perusahaan cangkang, jejaring bisnis keluarga ini juga kerap dikaitkan dengan grup perkebunan besar lainnya seperti Ciliandry Anky Abadi (CAA).
Dalam beberapa tahun terakhir, jejak investasi yang diinisiasi oleh lingkaran bisnis keluarga Fangiono dilaporkan merambah ke luar sektor sawit. Melalui konsorsium Merauke Sugar Group, nama entitas bisnis yang terhubung dengan keluarga ini muncul sebagai salah satu aktor swasta utama dalam megaproyek swasembada gula nasional di bawah klaster Proyek Strategis Nasional (PSN) Merauke, Papua Selatan.