Monday 18th of May 2026

Rumah Prof dr Sardjito di Jogja yang Resmi Dijual Keluarga! Pemkot Jogja Lirik Danais

Rumah Prof dr Sardjito di Jogja yang Resmi Dijual Keluarga! Pemkot Jogja Lirik Danais

--

Alasan Penjualan

Keluarga besar kini telah memasuki generasi ketiga (cucu) dan keempat (cicit). Sebagian besar ahli waris berdomisili di Jakarta, sehingga pihak keluarga dan pengurus rumah, Budhi Santoso (70), mengaku mulai kesulitan serta kewalahan dalam merawat dan mendanai renovasi berkala rumah besar tersebut.

Pihak pengelola sekaligus perwakilan keluarga menyatakan bahwa keputusan menjual aset ini tidak terlepas dari kendala biaya operasional perawatan. Sebagian besar ahli waris saat ini berdomisili di luar kota, khususnya di Jakarta, sehingga pengawasan dan renovasi bangunan tua berskala besar tersebut menjadi semakin sulit dilakukan secara berkala.

Baca juga: Tutup Server! Game Holoearth Resmi Akan Menghentikan Layanannya Pada 28 Juni 2026, Ini Penyebabnya

Baca juga: Aplikasi Qtoon Error dan Tidak Bisa Dibuka, Ketahui Penyebab serta Cara Mengatasinya Agar Bisa Digunakan Kembali

Baca juga: Profil Ilal Wardani Adik Ibnu Wardani yang Sukses Raih Prestasi Gemilang di Usia Muda: Instagram, TikTok, Tanggal Lahir, dan Pacar

Keluarga besar Prof. dr. Sardjito menaruh harapan besar agar properti ini dapat dibeli oleh institusi pendidikan tinggi atau lembaga pemerintah. Mengingat rekam jejak almarhum sebagai pelopor dunia kedokteran dan pendidikan, rumah ini dinilai sangat ideal jika dialihfungsikan menjadi museum sejarah, pusat studi, atau yayasan bakti sosial. Kampus-kampus yang memiliki ikatan sejarah kuat dengan almarhum, seperti UGM dan Universitas Islam Indonesia (UII), diharapkan dapat mempertimbangkan akuisisi ini.

Wacana penjualan aset sejarah ini pun mulai mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Pemerintah daerah setempat menyatakan ketertarikannya untuk menyelamatkan cagar budaya tersebut melalui pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais) DIY, meski prosesnya masih memerlukan kajian regulasi yang mendalam.

Publik berharap, siapa pun pemilik barunya nanti, nilai sejarah dan marwah perjuangan Prof. dr. Sardjito yang melekat pada bangunan tersebut dapat terus dilestarikan untuk generasi mendatang.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST