Wednesday 8th of July 2026

Temukan Banyak Kejanggalan, Keluarga Guru PPPK yang Tewas di Mes Polisi Lapor Propam dan Dicecar 60 Pertanyaan

Temukan Banyak Kejanggalan, Keluarga Guru PPPK yang Tewas di Mes Polisi Lapor Propam dan Dicecar 60 Pertanyaan

--

ROOT PARAPLOU – Misteri kematian seorang guru PPPK di kamar mes personel polisi Nagari Salido memasuki babak baru setelah penyidik memeriksa intensif pihak keluarga korban. Polisi kini mendalami rekam jejak kedekatan korban dengan oknum anggota penghuni mes, di tengah berbagai kejanggalan yang dirasakan oleh pihak keluarga.

Penyelidikan teka-teki kematian misterius seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial IPP (33) terus bergulir di ranah hukum. Guna mengungkap tabir di balik peristiwa tragis tersebut, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pesisir Selatan melakukan pemeriksaan maraton terhadap pihak keluarga korban.

Baca juga: Sidang Korupsi Kuota Haji Digelar Dekat, Daftar 4 Tersangka Korupsi Kuota Haji yang Bakal Segera Diadili di Pengadilan

Baca juga: Dipicu Provokasi Teriakan Perampok, Penggerebekan Narkoba di Katingan Berujung Maut

Baca juga: Profil dan Biodata Icha Chellow, Penyanyi Dangdut Funkot Asal Mojokerto yang Sering Viral di Media Sosial

Dalam agenda pemeriksaan yang berlangsung intensif, tim penyidik melayangkan sedikitnya 60 pertanyaan kepada ayah, ibu, serta kakak sepupu korban demi menggali informasi sedalam-dalamnya. Fokus utama dari interogasi maraton di ruang Unit Resum Satreskrim tersebut adalah untuk memetakan aktivitas harian, kondisi psikologis, serta riwayat komunikasi terakhir sebelum korban ditemukan tidak bernyawa.

Selain itu, polisi juga mendalami secara khusus mengenai sejauh mana hubungan kedekatan antara korban IPP dengan salah satu personel kepolisian yang merupakan penghuni resmi kamar mes tempat kejadian perkara. Keterangan dari pihak keluarga dinilai sangat krusial sebagai petunjuk awal untuk mencocokkan linimasa kejadian sebelum jasad korban dievakuasi.

Di sisi lain, Kepolisian Daerah Sumatera Barat merilis hasil visum sementara yang menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik luar atau bekas penganiayaan pada tubuh korban. Kendati demikian, polisi menegaskan bahwa penyelidikan belum ditutup.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST