Dipicu Provokasi Teriakan Perampok, Penggerebekan Narkoba di Katingan Berujung Maut
--
ROOT PARAPLOU – Provokasi keluarga bandar sabu di Katingan, Kalimantan Tengah, memicu bentrokan maut yang mengakibatkan tiga personel Polres Katingan gugur di tempat. Hingga saat ini, polisi telah menangkap dua orang tersangka penyerangan dan masih memburu sang bandar utama yang melarikan diri.
Tiga anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas penggerebekan seorang bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Insiden berdarah yang terjadi pada awal Juli 2026 ini dipicu oleh aksi anarkis massa yang terprovokasi oleh teriakan dari pihak keluarga target operasi.
Baca juga: Aturan Baru HPS Proyek Pemda: Kementerian PU dan KPK Luncurkan Aplikasi SIPASTI Guna Cegah Korupsi
Peristiwa mencekam ini bermula ketika 12 personel kepolisian mendatangi lokasi untuk menangkap seorang residivis sekaligus bandar narkoba berinisial BIO. Kedatangan petugas yang membawa surat tugas resmi tersebut justru mendapat penolakan keras dari pihak keluarga pelaku.
Demi menghalangi proses hukum, keluarga BIO sengaja meneriaki para petugas lapangan dengan sebutan perampok. Provokasi tersebut berhasil memancing kehadiran massa dan kerabat pelaku yang langsung mengepung aparat menggunakan senjata tajam jenis parang hingga senjata api rakitan.
Di bawah kepungan massa yang beringas, beberapa anggota terpaksa melompat ke Sungai Katingan untuk menyelamatkan diri. Nahas, para pelaku tetap melakukan pengejaran secara brutal lewat jalur darat sejauh ratusan meter.