Isu Prajurit LGBT Viral! Ini Fakta di Balik Konten Viral Prajurit TNI AD dan Warga Sipil
--
ROOT PARAPLOU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menegaskan bahwa narasi viral mengenai seorang pria diduga LGBT lolos seleksi menjadi prajurit militer adalah hoaks atau tidak terbukti berdasarkan hasil investigasi internal.
Kegaduhan ini bermula dari beredarnya sebuah konten video dan foto di media sosial yang memperlihatkan seorang warga sipil merangkul tangan seorang pria beratribut seragam TNI AD. Unggahan tersebut seketika memicu spekulasi liar dan sentimen negatif dari netizen, yang menuduh institusi militer kecolongan dalam proses rekrutmen personel barunya.
Merespons polemik tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa jajarannya langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan fisik, mental, hingga penelusuran jejak digital terhadap prajurit yang bersangkutan. Hasil audit menunjukkan tidak ditemukan adanya rekam jejak aktivitas seksual sesama jenis maupun keterlibatan dalam komunitas terlarang tersebut.
Berdasarkan fakta yang dihimpun tim pemeriksa, konten yang memicu salah paham itu murni diunggah oleh seorang warga sipil yang memiliki hubungan pertemanan biasa dengan sang prajurit. Narasi romantis yang berkembang di platform digital sengaja diputarbalikkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kegaduhan publik.
Kendati tuduhan perilaku LGBT dinyatakan tidak terbukti, TNI AD tetap mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi pembinaan kepada prajurit yang bersangkutan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penegakan disiplin militer. Institusi menilai personel tersebut kurang berhati-hati dan kurang bijak dalam bergaul serta menggunakan media sosial, sehingga berpotensi menurunkan citra korps di mata masyarakat.