Masuk Radar Kejagung: Badan Gizi Nasional Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta demi Hemat APBN
--
Dampak dan Mekanisme Kebijakan
Evaluasi ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang, sebagai langkah penataan dan efisiensi anggaran negara:
- Biaya Makanan Aman: Proses evaluasi ini hanya menyasar uang insentif fasilitas/operasional. Kebijakan ini sama sekali tidak memotong anggaran bahan baku makanan yang tetap dipatok sebesar Rp10.000 per porsi bagi penerima manfaat.
- Bukan Pemangkasan Total: Pemerintah menegaskan langkah ini adalah penghitungan ulang kebutuhan riil di lapangan demi menghemat kas APBN, bukan pemangkasan sepihak yang mematikan operasional mitra dapur.
- Perubahan Kepemimpinan BGN: Peninjauan ulang ini bergulir cepat setelah adanya pergantian kepemimpinan dari Kepala BGN sebelumnya, Dadan Hindayana, kepada pejabat baru.
Meskipun insentif operasional dapur sedang ditinjau ulang, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kualitas hidangan. Pemerintah menegaskan bahwa evaluasi ini sama sekali tidak menyentuh atau memotong komponen utama program, yaitu biaya makanan untuk anak sekolah.
Anggaran bahan baku makanan tetap dipertahankan sesuai standar awal, yakni sebesar Rp10.000 per porsi. Dengan demikian, nilai gizi dan porsi makanan bagi para siswa penerima manfaat dijamin tetap aman dan terjaga mutunya.